Secuil Aku

Selasa, 18 Agustus 2015

12:30

Kita saling mengerti bahwa perbedaan itu abadi. Aku juga kamu tidak mungkin sama, selamanya. Memang ada beberapa, sejalannya arah pandang dan tujuan kita. Namun, itu dulu, tidak untuk sekarang. Kini, masing-masing isi kepala kita terlampau berbeda. Pandangan kita tentang hidup pun berubah terlalu kentara. Dengan alasan itu, sangat mudah bagi kamu untuk membelakangiku. Sementara aku, hanya pasrah menatap punggungmu. Sedikit pun tidak berani untuk mengubah lajurmu.

Berlalunya waktu, tetap tidak membuat kamu kembali berjalan bersamaku. Meskipun kamu selalu bilang padaku dan meyakini bahwa manusia memiliki peluang yang sama untuk berubah, tapi aku sama sekali tidak melihat peluang itu pada dirimu. Kamu tetap berada pada jalanmu, semakin memunggungiku.

Kamu tahu kita sekarang terlihat seperti apa? 
Bangkai jam!
Mati!
Jarumnya membusuk di 12:30.






0 komentar:

Posting Komentar