Secuil Aku

Kamis, 10 November 2016

Screaming Star in A Silence II

You are an ordinary
Created by the most holly
Along with all the complexity
Wonder why does your simphony reach a harmony
Then, surprisingly..
They call you a glory
Are you the Almighty ?
You are not even a sanctuary !
Why does it hard to set you free ?
Read More

Selasa, 15 Maret 2016

Sepenggal Utopia



Lalu disini, kini, saat kendali diriku tak lagi sanggup mengekang kehendakku untuk bertatap muka denganmu, apakah aku mampu menemuimu?
Sekedar menyapamu?
Apakah yang akan dibicarakan?
Cuaca, Johann Sebastian Bach, atau kadal-kadal berbulu?
Atau kabarmu, kabarku?
Apakah kau sepakat agnotisisme?
Apakah kau membenci masyarakat? Aku?
Apakah kau seorang yang sering berderma?
Mengapa kau begitu indah dan sendu?
Apa kau batu?
  
Apakah kau tahu Abraham Lincoln, George W. Bush, Barack Obama adalah pembual tolol?
Apa kau tahu, mengapa penduduk Rohingya dibantai? 
Neil Armstrong, apakah ia benar-benar mendarat di Bulan? Apakah ia penipu, sepertimu?
Apa penopikan ini layak untukmu? 
Apa seharusnya aku diskusikan bersama ketuamu? 

Berapa banyak waktu yang kaugunakan untuk terpejam?
Apakah kau tersesat dalam bawah sadarmu?
Apakah kau bermimpi, menjadi superstar?
Apa itu realita?
Bagaimana jika, esok atau lusa, kaualami fragmen-fragmen yang dinamai Kara sebagai "A Rendezvous with Itself as The Peot of Phantasmagoria, as The God of Itself " dalam Di Etalase?
Apakah kau berniat membunuh si Bungsu?
Bagaimana dengan sekedar mengasihi sang Peramah?
Apakah aku akan menyapamu?
Apakah ada waktu yang tepat, untuk batu sepertiku?
Apa waktu masih berlalu?
Apakah masih ada, nanti?
Read More

Kamis, 03 Maret 2016

Survive

Kau bilang, jangan habiskan hidupku dengan percuma
Kau bilang, bajakan diriku, terutama hatiku
Kau bilang, tajamkan otakku, tajamkan perasaanku
Kau juga bilang, terpedaya dengan nafsuku sama saja
dengan menguburku hidup-hidup

Aku mendengar, sangat mendengar
Paham, teramat sangat paham

Tahu?
Susah payah

Read More

Selasa, 18 Agustus 2015

12:30

Kita saling mengerti bahwa perbedaan itu abadi. Aku juga kamu tidak mungkin sama, selamanya. Memang ada beberapa, sejalannya arah pandang dan tujuan kita. Namun, itu dulu, tidak untuk sekarang. Kini, masing-masing isi kepala kita terlampau berbeda. Pandangan kita tentang hidup pun berubah terlalu kentara. Dengan alasan itu, sangat mudah bagi kamu untuk membelakangiku. Sementara aku, hanya pasrah menatap punggungmu. Sedikit pun tidak berani untuk mengubah lajurmu.

Berlalunya waktu, tetap tidak membuat kamu kembali berjalan bersamaku. Meskipun kamu selalu bilang padaku dan meyakini bahwa manusia memiliki peluang yang sama untuk berubah, tapi aku sama sekali tidak melihat peluang itu pada dirimu. Kamu tetap berada pada jalanmu, semakin memunggungiku.

Kamu tahu kita sekarang terlihat seperti apa? 
Bangkai jam!
Mati!
Jarumnya membusuk di 12:30.






Read More

Rabu, 15 April 2015

Ogenki Desu Ka?

Kabarmu? Keadaanmu?
Kontras, tidak pernah sebaik kemarin minggu
Ataupun sebulan dahulu
Ataupun sewindu yang lalu


Kamu,
Aku sedih melihat kamu
Kamu pilu, aku tahu
Sembilu menyayat hatimu, melulu


Kamu, jantungmu, tertusuk
Sewaktu-waktu mungkin akan memburuk
Tercabik, tak berbentuk
Kata kamu, “biarkan saja ia jadi busuk!”
Read More

Rabu, 25 Maret 2015