Lalu disini, kini, saat kendali diriku tak lagi sanggup mengekang kehendakku untuk bertatap muka denganmu, apakah aku mampu menemuimu?
Sekedar menyapamu?
Apakah yang akan dibicarakan?
Cuaca, Johann Sebastian Bach, atau kadal-kadal berbulu?
Atau kabarmu, kabarku?
Apakah kau sepakat agnotisisme?
Apakah kau membenci masyarakat? Aku?
Apakah kau seorang yang sering berderma?
Mengapa kau begitu indah dan sendu?
Apa kau batu?
Apakah kau tahu Abraham Lincoln, George W. Bush, Barack Obama adalah pembual tolol?
Apa kau tahu, mengapa penduduk Rohingya dibantai?
Neil Armstrong, apakah ia benar-benar mendarat di Bulan? Apakah ia penipu, sepertimu?
Apa penopikan ini layak untukmu?
Apa seharusnya aku diskusikan bersama ketuamu?
Berapa banyak waktu yang kaugunakan untuk terpejam?
Apakah kau tersesat dalam bawah sadarmu?
Apakah kau bermimpi, menjadi superstar?
Apa itu realita?
Bagaimana jika, esok atau lusa, kaualami fragmen-fragmen yang dinamai Kara sebagai "A Rendezvous with Itself as The Peot of Phantasmagoria, as The God of Itself " dalam Di Etalase?
Apakah kau berniat membunuh si Bungsu?
Bagaimana dengan sekedar mengasihi sang Peramah?
Apakah aku akan menyapamu?
Apakah ada waktu yang tepat, untuk batu sepertiku?
Apa waktu masih berlalu?
Apakah masih ada, nanti?
Apakah kau tersesat dalam bawah sadarmu?
Apakah kau bermimpi, menjadi superstar?
Apa itu realita?
Bagaimana jika, esok atau lusa, kaualami fragmen-fragmen yang dinamai Kara sebagai "A Rendezvous with Itself as The Peot of Phantasmagoria, as The God of Itself " dalam Di Etalase?
Apakah kau berniat membunuh si Bungsu?
Bagaimana dengan sekedar mengasihi sang Peramah?
Apakah aku akan menyapamu?
Apakah ada waktu yang tepat, untuk batu sepertiku?
Apa waktu masih berlalu?
Apakah masih ada, nanti?
0 komentar:
Posting Komentar